Container Docker

Ngepack aplikasi jadi image itu kerjaan backend, menjalankannya dengan stabil itu kerjaan devops — course ini ngajarin dua-duanya.

Container adalah titik temu antara backend dan devops: satu sisi butuh tahu cara membungkus aplikasi jadi image yang bisa jalan di mana saja, sisi lain butuh tahu cara menjalankan dan merawat container itu di server. Course ini mulai dari container dan image dari nol, menulis Dockerfile pertama buat aplikasi Node.js, mengecilkan image lewat .dockerignore dan multi-stage build, menyimpan data lewat volume, mengatur environment variable dan port, menjalankan beberapa container sekaligus dengan Docker Compose, sampai push image ke registry dan menjalankannya di server sungguhan. Contoh yang dipakai sepanjang course sama seperti course Linux Dasar untuk DevOps: notes-app, aplikasi Node.js kecil, sekarang dikemas jadi container. Bekal dasar terminal Linux (dari course itu atau setara) bakal membantu, meski tidak wajib.

Container dan Image dari Nol
Apa itu Container dan Kenapa Beda dari Virtual Machine15 menit
Install Docker dan Menjalankan Container Pertama20 menit
Image vs Container: Menarik dan Mengelola Image dari Docker Hub15 menit
Membungkus Aplikasi Sendiri jadi Image
Menulis Dockerfile Pertama untuk Aplikasi Node.js20 menit
Build dan Jalankan Image Sendiri dari Dockerfile15 menit
Bikin Image Lebih Kecil dan Cepat: .dockerignore dan Multi-Stage Build20 menit
Data, Environment, dan Networking Container
Volume: Menyimpan Data Supaya Tidak Hilang Saat Container Restart15 menit
Environment Variables dan Port Mapping di Container15 menit
Docker Compose: Menjalankan App dan Database Bareng20 menit
Registry dan Deploy
Push Image ke Registry dan Jalankan di Server dengan Docker20 menit